Kesunnatan sebelum sholat

Sunnat sebelum melakukan shalat jika waktunya telah datang/masuk maka sebelum mengerjakan shalat kita disunnatkan mengerjakan adzan dan iqomat.

Adzan ialah kata-kata panggilan untuk memberitahukan bahwa waktunya shalat sudah masuk beserta panggilan untuk mengajak mendirikan shalat fardlu dengan secara berjamaan dilaksanakan di masjid, musholla, dan langgar atau pada tempat lainnya yang didirikan shalat berjamaah.

Adapun iqomah ialah kata-kata sebagai tanda bahwa shalat akan dimulai. Adzan dan iqomat hanya digunakan untuk shalat fardlu, adapun shalat sunat yang disunnatkan berjamaah seperti shalat tarawihshalat Ied (Hari Raya dan sebagainya) dukup dengan memakai seruan:

Ash-sholaatu jaa mi'ah.
Artinya: Marilah kita bersama-sama mengerjakan sholat dengan berjamaah.

Atau dengan seruan dalam shalat tarawih dengan seruan:
Ash shalaatut taraawiihi rahima kumullaah.
Artinya: Kerjakanlha shalat tarawih semoga Allah memberi rohmat pada kita semua.

Hukum Adzan dan Iqomat

Adzan dan iqomat hukumnya Sunnat Muakkad bagi shalat fardlu baik dikerjakan sendirian terutama berjamaah dan disunnatkan dengan suara yang keras, dengan berdiri dan menghadap kiblat.

Adzan
Adzan dikumandangkan oleh orang yang disebut muadzin. Adapun lafazh adzan dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:

Bagi anda yang belum bisa membaca huruf Arab, berikut lafazh adzan dalam versi Indonesia beserta artinya:

1. Allaahu Akbar Allaahu Akbar. (dibaca 2X)
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

2. Asyhadu an laa illaaha illallaah. (dibaca 2X)
Artinya: Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah.

3. Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (dibaca 2X)
Artinya: Aku menyaksikan bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.

4. Hayya 'alas-shalaah. (dibaca 2X)
Artinya: Marilah mengerjakan sholat.

5. Hayya 'alal-falaah. (dibaca 2X)
Artinya: Marilah menuju kepada kemenangan/keuntungan, kebahagiaan.

6. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. (dibaca 1x)
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

7. Laa ilaaha illallaah. (dibaca 1x)
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.

CATATAN:
  1. Disaat mengucapkan kalimat "Hayya 'alas-shalaah" disunatkan berpaling ke kanan, dan ketika mengucapkan kalimat "Hayya 'alal-falaah" disunatkan berpaling ke kiri agar lebih didengar orang banyak.
  2. Pada waktu adzan subuh sesudah mengucapkan "Hayya 'alal-falaah" atau sebelum mengucapkan "Allaahu Akbar" yang terakhir maka ditambah kalimat: "Ash-shalaatu khairum minan-nauum" (dibaca 2x). Arti kalimat tersebut: Shalat itu lebih baik daripada tidur.

Do'a sesudah adzan
Bila seorang muadzin telah selesai mengumandangkan adzan, baik yang adzan maupun yang mendengarkan disunatkan untuk membaca doa, adapun do'a setelah adzan adalah sebagai berikut:

"Allahumma rabba haadzihid-da’watit taammah wash-shalaatil-qaa'imah, aati sayyidinaa Muhammadanil-wasiilata wal-fadhiilah wasy-syarofa wad-darojatal-'aaliyatar-rofii'ah, wab' atshul-maqaamam-mahmuudanil-ladzii wa’adtah innaka laa tukhliful-mii’aad"

Artinya: Ya Allah Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki shalat yang didirikan. Berilah junjungan kami Nabi Muhammad Wasilah dan keutamaan serta kemulyaan dan derajat yang tinggi dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan, sesungguhnya Engkau ya Allah Dzat yang tidak akan mengubah janji.

Iqomat
Setelah adzan beberapa saat sesudahnya maka akan dikumandangkan iqomat. Lafazh iqomat itu sama dengan lafazh adzan, hanya saja diucapkan masing-masing satu kali saja. Dan diantara kalimat "Hayya 'alal-falaah" dan Allahu Akbar ditambah mengucapkan kalimat : "Qod Qoomatish shalaah" dibaca 2x. Artinya: Sungguh shalat telah dilaksanakan.

Iqomat sunat diucapkan agak cepat dan dilakukan dalam suara agak rendah daripada adzan. adapun lafazh iqomat dalam bahasa Arab sebagai berikut:

Sedangkan dalam versi Indonesia, bacaan iqomat adalah sebagai berikut:
  1. Allaahu Akbar Allaahu Akbar (dibaca 1x)
  2. Asyhadu an laa illaaha illallaah (dibaca 1x)
  3. Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (dibaca 1x)
  4. Hayya 'alas-shalaah (dibaca 1)
  5. Hayya 'alal-falaah (dibaca 1)
  6. Qod qoomatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah (dibaca 1x)
  7. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1)
  8. Laa ilaaha illallaah (1)

Artinya:
  1. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
  2. Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan melainkan Allah.
  3. Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.
  4. Marilah mengerjakan sholat.
  5. Marilah menuju kemenangan.
  6. Sesungguhnya sudah hampir mengerjakan sholat.
  7. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
  8. Tiada Tuhan melainkan Allah.

Sunnat menjawab adzan dan iqamat

Bagi orang yang telah mendengarkan suara orang adzan , disunnatkan menjawab dengan jawaban yang sama sebagaimana kalimat yang diucapkan oleh orang yang adzan itu dan iqomat, kecuali pada kalimat "Hayya 'alas-shalaah" dan "Hayya 'alal-falaah" maka jawabannya adalah sebagai berikut:

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil' adhiim".

Artinya: Tidak ada daya upaya dan tidak ada kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah yang maha luhur dan Maha Agung.

Dan pada adzan shubuh, ketika orang yang adzan mengucapkan kalimat: "Asholaatu khairum minan naumi", maka kita yang mendengar memberi jawaban dengan mengucapkansebagai berikut:

"Shadaqta wabararta wa anaa 'alaa dzaalika minasy syaahidiina (2x).

Artinya: Benar dan baguslah ucapanmu itu dan akupun atas yang demikian termasuk orang-orang yang menyaksikannya.

Jawaban bagi yang mendengar ucapan iqomat

Bagi yang mendengar iqomat, kalimat demi kalimat yang terdengar dijawab sama seperti yang diucapkan oleh orang yang iqomat, kecuali pada kalimat "Qod qoomatish-shalaah" maka kita memberi jawaban sebagai berikut:

"Aqaamahaallahu wa adaamahaa maadaa matis samaawaatu wal ardlu"

Artinya: Semoga Allah mendirikan shalat itu dengan menetapkannya, selagi masih tetap wujud beberapa langit dan bumi.

Do'a setelah mendengar iqomat adalah sebagai berikut:

"Allaahumma rabba hadzihid da'watit taamah washalaatil qoa-imati, shalli wasallim 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa aatihi su'lahu yaumul qiyaamati".

Artinya: Ya Allah Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna dan memiliki shalat yang ditegakkan, curahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, dan berilah/kabulkanlah segala permohonannya pada hari kiamat.

Syarat-syarat Muadzin

Orang yang mengumandangkan adzan atau yang disebut muadzin harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Beragama Islam
  2. Tamyiz dan laki-laki
Makruh bagi orang yang berhadats kecil dan besar dan disunatkan menyuarakan adzan dengan suara-suara yang nyaring dan merdu serta fasih dalam lafazh yang diucapkannya.

Demikian pembahasan mengenai Kesunnatan sebelum sholat, terutama adzan dan iqomat, semoga menambah pengetahuan bagi anda yang mempelajari agama Islam.
Advertisement
Kesunnatan sebelum sholat