Media pembelajaran pendidikan Islam melalui video

Dalam kamus bahasa indonesia video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Aplikasi umum dari sinyal video adalah televisi, tetapi dia dapat juga digunakan dalam aplikasi lain di dalam bidang teknik, saintifik, produksi dan keamanan. Kata video berasal dari kata Latin, “Saya lihat”. Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan juga perekam video serta pemutar video.[1]

Video merupakan suatu medium yang efektif untuk membantu proses pembelajaran, untuk pembelajaran massal, individual, maupun berkelompok. Pada pembelajaran massal, manfaat media video sangatlah nyata. Karena ukuran tampilan video sangat fleksibel dan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan, yaitu dengan cara mengatur jarak layar untuk tampilan video.

Video juga merupakan bahan ajar non cetak yang kaya informasi dan tuntas karena dapat sampai kehadapan siswa secara langsung. Video juga dapat menambah suatu dimensi baru terhadap pembelajaran, hal ini karena karakteristik teknologi video yang dapat menyajikan gambar bergerak pada siswa, disamping suara yang menyertainya. Sehingga, siswa merasa seperti berada disuatu tempat yang sama dengan program yang ditayangkan video.

Media video adalah segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensial. Program video dapat dimanfaatkan dalam program pembelajaran, karena dapat memberikan pengalaman yang tidak terduga kepada siswa, selain itu juga program video dapat dikombinasikan dengan animasi dan pengaturan kecepatan untuk mendemonstrasikan perubahan dari waktu ke waktu. Kemampuan video dalam memvisualisasikan materi terutama efektif untuk membantu menyampaikan materi yang bersifat dinamis.

Kemajuan teknologi video juga telah memungkinkan format sajian video dapat bermacam – macam, mulai dari kaset, CD dan DVD. Oeh karena itulah suatu materi yang telah direkam dalam bentuk video dapat digunakan baik untuk proses pembelajaran tatap muka maupun jarak jauh tanpa kehadiran guru. Karena kemampuan itulah maka teknologi video banyak digunakan sebagai alah satu alat pembelajaran utama dalam system pendidikan.[2]

Jenis-Jenis Teknik Video

Pemahaman Mendengar (cloze/listening comphrehension)
Pada jenis ini terdapat berbagai aktivitas yang dijalankan. Para pelajar bisa diberi beberapa skrip narator cerita di dalam video dengan beberapa perkataan yang ditiadakakan. Tugas pelajar ialah mengisi tempat-tempat yang kosong dengan teliti. Sebagai alternatif, peserta didik boleh diminta untuk menjawab soal-soal pemahamanberdasarkan video yang dipertontonkan.

Tayangan Senyap (Silent Viewing)
Audio ditutup dan guru meminta siswa hanya menonton visual yang terdapat pada skrin TV. Siswa dibiarkan menerka apa yang dikatakan pada video yang mereka tonton. Mungkin mereka akan mengalami kesulitan dalam memahami perkataan yang ada dalam video tapi setidaknya mereka mampu memberitahu kata-kata kunci dan frasa.

Tayangan Bersilang (Jigsaw Viewing)
Setiap siswa secara berpasangan duduk saling membelakangi antara satu sama lain. Salah satu dari mereka menghadap monitor TV sebaliknya pasangannya menghadap ke arah sebaliknya. Anak yang tidak melihat video ditanya oleh anak yang melihat video.

Misalnya, siapakah orang yang memakai bajju warna hijau?, Dimanakah video itu berlaku? Dan sebagainya.

Siswa yang menghadap video perlu memberikan opsi jawaban, dan siswa yang bisamenjawab dengan benar dianggap menang.

Tayangan Bersinar dengan Komentar (Jigsaw Viewing With Commentary)
Setiap siswa duduk secara berpasangan dengan belakang membelakangi satu sama lain. Guru memberitahu bahwa siswa yang tidak mengadap skrin TV, harus menjawab soal-soal berdasarkan sekuen video selepas aktivitas itu selesai dan pemenangnya adalah pasangan yang berupaya menjawab yang paling tepat. Kemudian guru menayangkan video dengan menutup audionya, siswa yang menghadap skrin memberi komentar secara langsung tentang apa yang ditayangkan dalam video. Dan pasangannya harus memberi soal-soal untuk mendapatkan maklumat yang lebih banyak.

Pencarian Harta Karun Video (Video Treasure Hunt)
Warna pada skrin dikurangi supaya menjadi gelap dan tak ada apapun dapat dilihat. Sehingga hanya ada perkataan, komentar dan kesan-kesan bunyi yang bisa didengar, siswa diharapkan dapat menerangkan tentang aksi, watak, emosi, obyek dan sebagainya yang mereka rasa ada ditayangkan.

Ramalan (Prediction)
Ramalan bisa meliputi semua apa yang akan berlaku sebelumnya dan apa yang kan dikatakan seterusnya. Kedua aktivitas ramalan ini mengharuskan siswa meramal sekuen video yang dihentikan secara tiba-tiba untuk menimbulkan respon lisan atau tulisan terkait dengan apa yang akan terjadi seterusnya.

Kemudian untuk mengetahui hasil respun dan pembicaraan-pembicaraan selanjutnya. Siswa akan dipertontonkan jalan cerita sebenarnya dari video.

Ramalan Sebelum (Reverse Prediction)
Aktivitas ini sangat sesuai untuk siswa yang baik penguasaan bahasanya. Dalam aktivs ini, siswa ditunjukkan bagian akhir dari cerita yang ditayangkan video yang pendek. Siswa diminta memberi penjelasan secara lsan dan tertulis bagaimana awal cerita dari akhir video yang ditayangkan. Kemudia siswa mempersembahkan cerita versi mereka. Persembahan bisa dijalankan secara keseluruhan video itu dari awal hingga akhir.

Urutan (Sequencing)
Siswa-siswa diberikan skrip video bertulis yang telah dicampuradukkan. Tugas mereka adalah menyusun skrip itu menjadi benar. Kegiatan ini paling cocok untuk video yang sekuennya menerangkan tentang proses-proses dan melibatkan seorang narator. Cara yang lain yaitu guru menyunting video itu dan mencampuradukkan peristiwa-peristiwa dalam video itu. Kemudian siswa-siswa mendiskusikan tentang bagaimanakah sebenarnya urutan video yang bagus.[3]

Keuntungan, Kelemahan, dan Manfaat Media Video
Keuntungan menggunakan media video antara lain ;
  1. Ukuran tampilan video sangat fleksibel dan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.
  2. Video merupakan bahan ajar non cetak yang kaya informasi dan lugas.
  3. Video menambah suatu dimensi baru terhadap pembelajaran.[4]
  4. Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu.
  5. Video dapat diulangi bila pelu untuk menambah kejelasan.
  6. Sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang.
  7. Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.
  8. Dengan video penampilan siswa dapat segera dilihat kembali untuk dievaluasi.[5]

Kelemahan menggunakan media video ;
  1. Fine details, media tayangnya tidak dapat menampilkan obyek sampai yang sekecil-kecilnya dengan sempurna.
  2. Size information, tidak dapat menampilkan obyek dengan ukuran sebenarnya.
  3. Third dimention, gambar diproyeksikan oleh video umumnya berbentuk dua dimensi.
  4. Opposition, pegambilan yang kurang tepat dapat menyebabkan timbulnya keraguan penonton dalam menafsirkan gambar yang dilihatnya.
  5. Setting, kalau kita tampilkan adegan dua orang yang sedang bercakap-cakap antara kerumunan banyak orang, akan sulit bagi penonton untuk menebak dimana kejadian tersebut.
  6. Material pendukung, video membutuhkan alat proyeksi untuk dapat menampilkan gambar yang ada didalamnya.
  7. Budget, biaya untuk membuat program video membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Beberapa manfaat menggunakan media berbasis Audio visual (film atau video) yaitu karena kelebihan atau keuntungan dari media tersebut, diantaranya :
  1. Film dan video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, praktik, dan lain-lain. Film merupakan pengganti alam sekitar dan bahkan dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat, seperti cara kerja jantung ketika berdenyut;
  2. Film dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika dipandang perlu.
  3. Disamping mendorong dan meningkatkan motivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya.
  4. Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa.
  5. Film dan video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung;
  6. Film dan video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kecil, kelompok yang heterogen, maupun perorangan.
  7. Dengan kemampuan dan teknik pengambilan gambar, frame demi frame, film yang dalam kecepatan normal memakan waktu satu minggu dapat ditampilkan satu atau dua menit.
[1]http://blog.uin-malang.ac.id/jokopurwanto/2011/04/25/penggunaan-video-sebagai-media-pembelajaran/. Diakses pada tanggal 27 September 2014.

[2] Daryanto. Media Pembelajaran. (Yogyakarta : Gava Media, 2013), 84-88.

[3]http://blog.uin-malang.ac.id/jokopurwanto/2011/04/25/penggunaan-video-sebagai-media-pembelajaran/. Diakses pada tanggal 27 September 2014.

[4] Daryanto. Media Pembelajaran. (Yogyakarta : Gava Media, 2013), 84-88.

[5] Yudi Munadi. Media Pembelajaran. (Jakarta : GP Press Group, 2013), 127.
Advertisement
Media pembelajaran pendidikan Islam melalui video