6 Usaha Dalam Lapangan Ekonomi Islam

6 Usaha Dalam Lapangan Ekonomi Islam - Sebagai tindak lanjut dari ajaran Islam tentang ekonomi, maka umat Islam telah memperlihatkan kesanggupan untuk terjun dalam beberapa lapangan ekonomi. Antara lain umat Islam telah memasuki bidang-bidang pertanian, pertukangan, peretnunan, perdagangan, perusahaan dan pertamabangan.

Satu-persatu dari uraian mengenai masalah lapangan ekonomi dijelaskan seperti di bawah ini:
1. Bidang Pertanian
Tentang kemahiran bangsa Arab (amat Islam) mempergunakan air untuk pertanian jarang umat lain yang menandinginya. Mereka menggali beberapa terusan dan selokan, mendirikan jembatan-jembatan air dan membangun bendungan-bendungan.

Untuk mencetak orang yang ahli dalam bidang pertanian, dibangunlah sekolah-sekolah pertanian. Oleh sebab itu, pertanian yang mereka adakan benar-benar berdasarkan ilmu pengetahuan sehingga pertanian maju dengan pesatnya.

Mereka mengetahui bermacam jenis tumbuh-tumbuhan, mengerti akan cara memeliharanya, pandai melakukan pencangkokan, dan pandai pula dalam mempergunakan pupuk. Tanam-tanaman yang indah di Cairo, Baghdad, Cordova dan di ibu kota daulat Islam yang lain-lain adalah bukti nyata tentang ketinggian pengetahuan bangsa Arab dalam ilmu tumbuh-tumbuhan dan ilmu tata tanaman.

2. Bidang Pertukangan
Dalam bidang pertukangan, bangsa Arab terkenal keahliannya membuat bejana-bejana ukiran dari tembaga atau bahan-bahan logam lainnya. Bejana dari logam itu diukir sangat indah dan dibungai dengan air mas dan perak. Selalu daripada itu kaum muslimin amat mahir dalam peruhsaan membuat bejana-bejana dari tembikar, porselin, dan kaca, membuat lampu-lampu yang berukir berhiaskan emas dan permata yakut.

Gambar Bejana butan bangsa Arab

Sampai sekarang museum-museum di Cairo, London, Paris dan Berlin penuh berisi barang-barang lama peninggalan bangsa Arab. Ini menandakan bahwa betapa tingginya mutu pertukangan dan halusnya hasil seni karya umat Islam waktu itu.

Kota-kota Damaskus, Toledo, Granada, dan Yaman ternama dan termasyhur karena kota-kota tersebut terdapat perusahaan-perusahaan membuat senjata.

3. Bidang Pertenunan
Bangsa Arab mempunyai keahlian tersendiri dalam menenun barang-barang dari sutera, bulu dan lenan. Masing-masing kota mempunyai kelebihan yang teristimewa. Misalnya: kota Kufah Cordova termasyhur dengan barang-barang tenunan sutera, kota Khurasan terkenal dengan tenunan bulunya dan kota Damaskus tersohor dengan tenunan lenannya.

4. Bidang Perusahaan
Membuat kertas adalah merupakan suatu keahlian bagi bangsa Arab. Ilmu membuat kertas itu mereka dapatkan dari orang Tionghoa. Penduduk Baghdad dan Samarkand terkenal keahliannya di bidang ini. Demikian pula mereka mempunyai kelebihan dalam usaha membuat sabun dan minyak wangi.

5. Bidang Perniagaan (Perdagangan)
Bangsa Arab ke seluruh penjuru dunia. Kepal-kapal orang Islam melayari lautan raya, membawa barang-barang dari Timur Jauh (Indonesia dan lain-lain) ke teluk Persia dan dari sini diteruskan ke Aden dan Mesir. Melalui sebelah timur pantai benua Afrika ramai pula perhubungan dagang mereka sehingga di sana mereka mendirikan beberapa pusat perniagaan.

Kapal-kapal dagang Arab selalu penuh dengan barang-barang perniagaan dari pelabuhan-pelabuhan Iskandariah, dari bandar-bandar di Andalus dan berlayar menuju Konstantinopel, Perancis, Scilia dan ke kerajaan-kerajaan kecil di Italia.

6. Bidang Pertambangan
Bangsa Arab waktu itu sudah pandai dalam usaha pertambangan. Mereka mengeluarkan emas, perak, besi, tembaga, belerang, marmer dan lain sebagainya dari dalam tambang di Persia, Khurasan dan Andalus.

Advertisement
6 Usaha Dalam Lapangan Ekonomi Islam